Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Literasi Sains Siswa

Penulis

  • Husni Universitas Islam Darussalam
  • Irma Harisma Syamsiyah Universitas Islam Darussalam
  • Keysa Zahra Fatimah Universitas Islam Darussalam
  • Meli Novianti Universitas Islam Darussalam
  • Muhammad Nandang Samsudin Universitas Islam Darussalam
  • Nadia Ariana Herawati Universitas Islam Darussalam

Kata Kunci:

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Literasi Sains Siswa

Abstrak

Rendahnya literasi sains siswa disebabkan ketika proses pembelajaran yang belum memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis, masih bercirikan transfer sains bukan mengedepankan fakta, konsep, prinsip, dan hukum, tidak dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, serta cenderung hanya mengantisipasi ujian sehingga aspek sains sebagai proses dan sikap benar-benar terabaikan. Agar kemampuan literasi sains siswa dapat berkembang, maka dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dapat dijadikan solusi, konsep kurikulum merdeka ini sama dengan pendidikan humanistik yang menekankan pada kebebasan, pilihan, kepekaan dan tanggung jawab peserta didik. Pendidikan humanistik menerapkan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian peserta didik, dan berfokus pada potensinya untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka miliki. Bahkan menurut para ahli pendidikan, dalam penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi kurikulum merdeka belajar (Y) terhadap literasi sains (X) siswa kelas IV SDN 1 Dayeuhluhur (penelitian di SDN 1 Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis). Dengan hipotesis adanya pengaruh implementasi kurikulum merdeka belajar terhadap literasi sains siswa (penelitian di SDN 1 Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis).

Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pada implementasi kurikulum merdeka belajar dilakukan 4x pertemuan. Pertemuan pertama siswa diberi 10 soal pretest berbasis literasi sains tentang materi bagian tubuh tumbuhan. Kemudian, di pertemuan pertama tersebut siswa mendapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 73 serta siswa yang tuntas hanya 17 siswa dari 24 siswa. Pada pertemuan kedua dilakukan perlakuan atau treatment pembelajaran. Selanutnya, pada implementasi literasi sains di SDN 1 Dayeuhluhur  pertemuan ketiga dilakukan perlakuan atau treatment pembelajaran. Kemudian, di pertemuan keempat siswa diberi 10 soal posttest berbasis literasi sains tentang materi bagian tubuh tumbuhan. Pada pertemuan keempat tersebut siswa mendapatkan nilai rata-rata posttest sebesar 84 serta siswa yang tuntas hanya 20 siswa dari 24 siswa.

Hasil penelitian yang diperoleh ialah pengujian secara parsial yang menunjukan bahwa nilai signifikansi untuk variabel kurikulum merdeka belajar (Y) berpengaruh terhadap variabel literasi sains (X), selisih nilai mean pretest dan posttest adalah 15,84 dengan nilai t 17,870 dan menghasilkan nilai signifikan 0,000 yang berarti < 0,05 merupakan perbedaan yang signifikan literasi sains dalam pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan atau treatment dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar. Selanjutnya, uji normalitas menggunakan Shapiro-wilk menghasilkan distribusi normal dengan nilai signifikasi dari literasi sains sebesar 0,23 dan nilai signifikasi dari implementasi kurikulum merdeka belajar sebesar 0,14. Pada uji N-gain menghasilkan nilai sebesar 0,75 yang dikategorikan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil pretest siswa sebesar 73 dan rata-rata hasil posttest siswa sebesar 84.

Unduhan

Diterbitkan

05-09-2024

Terbitan

Bagian

Artikel