Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Classpoint Terhadap Kemampuan Pemahamaan Konsep Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS

Penulis

  • N. Hani Herlina Universitas Islam Darussalam
  • Nissa Maulia Rahmah Universitas Islam Darussalam
  • Sri Setiawati Universitas Islam Darussalam
  • Ana Putri Meylani Universitas Islam Darussalam
  • Cahya Iman Firmansyah Universitas Islam Darussalam
  • Dedeh Nurosyidah Universitas Islam Darussalam

Kata Kunci:

Pembelajaran Generatif, ClassPoint, IPAS, Pemahaman Konsep, Sekolah Dasar

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran IPAS. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan nilai rata-rata siswa belum mencapai KKM dan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam. Kondisi ini mendorong perlunya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep, salah satunya yaitu dengan model pembelajaran generatif berbantuan classpoint.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan classpoint terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V SD Inspiratif Al-Ilham serta pelakasanaan model pembelajaran generatif berbantuan classpoint terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Dengan hipotesis adanya pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan classpoint terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPAS).

Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan  adalah pre-eksperimental desain One Group Pretest-Posttest. Pada pelaksanaan model pembelajaran generatif dilakukan sebanyak 3x pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan soal tes. Analisis data yang digunakan  yaitu  menggunakan uji N-Gain, uji normalitas, dan uji hipotesis.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran generatif berbantuan classpoint berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V. Rata-rata nilai pretest meningkat dari 54,40 menjadi 86,00 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,70 (kategori sedang-tinggi) dan persentase peningkatan 19,07%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Adapun pelaksanaan model generatif berbantuan classpoint berjalan efektif, karena siswa terlibat aktif dalam proses belajar, lebih antusias, dan lebih mudah memahami konsep IPAS melalui tampilan interaktif dan evaluasi langsung dari media classpoint.

Unduhan

Diterbitkan

29-09-2024

Terbitan

Bagian

Artikel