Metode Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia SD/MI Menurut Kajian Psikologi Islam
Kata Kunci:
Pengembangan, kecerdasan, metode dzikir, psikologi Islam, SD/MIAbstrak
Keadaan pendidikan masa kini sering dikomentari oleh masyarakat yang dipicu dengan beberapa peserta didik dan alumni pendidikan yang menunjukan sikap kurang baik. Tak sedikit peserta didik yang terlibat tindakan pencurian, kriminal, seksual, penyalah gunaan obat-obatan terlarang, tawuran dan lain sebagainya. Selain itu 80% pelajar meyakini bahwa nilai keberhasilan belajar adalah jika kemampuan kognitifnya tinggi. Dan hal inilah yang menjadikan kebanyakan pelajar enggan untuk percaya diri atas kemampuannya. Maka dari itu setiap anak memerlukan nilai-nilai dasar yang dapat diaplikasikan secara fungsional untuk dari berbagai aspek mendasar yaitu pengembangan kecerdasan, khususnya pengembangan kecerdasan emosional untuk menata masa depannya nanti. Islam merupakan agama pemerhati umat, mewajibkan pengikutnya melaksanakan pendidikan. Sebab pendidikan dinilai sebagai sarana paling relevan dalam mengangkat harkat dan martabat manusia dalam berbagai dimensi kehidupannya. Upaya pendidikan perlu dilaksanakan dalam tiga pokok kegiatan yaitu membimbing, mengajar dan melatih. Pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dengan murid dan sumber belajar padasuatu lingkungan belajar. Konsep atau metode pengembangan kecerdasan emosional anak dapat ditemukan dalil-dalilnya dari al-Qur’an. Salah satu dari sekian banyak metode pengembangan kecerdasan emosional adala dengan kajian menurut psikologi pendidikan Islam.
Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui makna pengembangan kecerdeasan anak. Kedua, mengetahui pengembangann kecerdasan emosional anak SD/MI. Ketiga, mengetahui metode pengembangan kecerdasan emosional anak usia SD/MI menurut kajian psikologi pendidikan Islam.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif yaitu berupa library research (studi pustaka) yaitu dengan menganalisis metode pengembangan kecerdasan emosional anak menurut kajian psikologi pendidikan Islam. Adapun metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kepustakaan karena bersumber dari dokumen yaitu buku Psikologi Pendidikan Islam karya Abuddin Nata, buku Psikologi Pendidikan dalam Prerspektif Baru karya Puwa Atmaja Prawira dan buku-buku lain debagai penunjangnya. Berdasarkan hal tersebut, analisis yang digunakan yaitu teknik analisis isi (content analysis) yang menekankan pada analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi.
Hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu: kecerdasan emosional merupakan kebutuhan peserta didik sebagai adaptasi dalam belajar dan kemampuan berpikirnya. Bentuk-bentuk emosi pada anak usia SD/MI berupa kesadaran diri, mengelola emosi, memotivasi diri, empati dan membina hubungan. Dan hal tersebut membutuhkan bimbingan dari para pendidik.Adapun metode yang digunakan dalam perkembangan kecerdasan emosional anak diantaranya adalah metode nalar dan metode dzikir. Dilengkapi dengan metode lainnya yaitu: metode bermain, metode cerita, demontrasi, metode karya wisata, metode tanya jawab, metode simulasi yang di kolaborasikan dengan metode Al-Qur’an dan Al-Hadits, Fiqih, Tarikh dan Kebudayaan Islam.