Konsep Belajar Anak SD Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 78

(Analisis Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim Karya Ibnu Katsir)

Penulis

  • Rima Majidah Universitas Islam Darussalam
  • Latifah Dinar Universitas Islam Darussalam
  • Sifa Salsabila Universitas Islam Darussalam
  • Sri Nurhayati Universitas Islam Darussalam
  • Tika Yuningsih Universitas Islam Darussalam

Kata Kunci:

Belajar, Anak SD, QS. An-Nahl ayat 78, Tafsir al-Qur’an al-Azhim

Abstrak

Belajar merupakan proses inti dan  sangat penting dalam pendidikan. Tidak jarang hasil akhir dari pendidikan ditentukan oleh keberhasilan proses belajar mengajar. Seorang pendidik atau calon pendidik dituntut untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan konsep belajar salah satunya bagi pendidik di tingkat sekolah dasar. Menurut Janke dkk, (Halimah dan Kawuryan, 2010: 3) menganggap usia enam atau tujuh tahun atau anak usia SD sebagai usia yang cukup matang untuk sekolah. Anak usia SD merupakan masa kritis dan penting dalam membangun fondasi kecerdasan anak. Konsep belajar dapat ditemukan dalil-dalilnya dari al-Qur’an. Hal ini menjadi suatu bukti betapa ajaran Islam sangat memperhatikan konsep belajar. Salah satu dari sekian banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang konsep belajar adalah QS. An-Nahl ayat 78.

Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui penafsiran QS. An-Nahl ayat 78 menurut Tafsir al-Qur’an al-Azhim karya Ibnu Katsir. Kedua, mengetahui konsep belajar anak  SD dalam  QS. An-Nahl  ayat 78 menurut Tafsir al-Qur’an al-Azhim karya Ibnu Katsir.

Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif yaitu berupa library research (studi pustaka) yaitu dengan menganalisis ayat yang menyangkut tentang konsep belajar dalam QS. An-Nahl: 78. Adapun metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kepustakaan karena bersumber dari dokumen yaitu Tafsir al-Qur’an al-Azhim karya Ibnu Katsir dan buku-buku lain sebagai penunjangnya. Berdasarkan hal tersebut, analisis yang digunakan yaitu teknik analisis isi (content analysis) yang menekankan pada analisis ilmiah tentang isi pesan suatu komunikasi.

Hasil dalam penelitian ini yaitu: Pertama, penafsiran QS. An-Nahl ayat 78 (analisis Tafsir al-Qur’an al-Azhim karya Ibnu Katsir) menjelaskan bahwa manusia dilahirkan tanpa mengetahui apapun. Namun, manusia diberikan anugerah berupa pendengaran, penglihatan dan akal yang berkembang seiring berjalannya waktu sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Dan dengan pengetahuan tersebut, manusia diperintahkan untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah Swt. berikan. Kedua, konsep belajar dalam QS. An-Nahl ayat 78 (analisis Tafsir al-Qur’an al-Azhim karya Ibnu Katsir) diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: a) hakikat belajar yang memiliki dua komponen penting, yaitu perubahan dan pengalaman; b) sarana-sarana belajar yang terdiri dari pendengaran, penglihatan, dan akal; c) gaya belajar yang didasarkan pada alat indra yaitu gaya belajar auditori dan gaya belajar visual; d) proses belajar yang diawali dengan masuknya informasi melalui telinga sebagai indra pendengaran dan mata sebagai indra penglihatan, kemudian informasi tersebut akan diolah oleh akal manusia dengan pemahamannya; dan e) tujuan belajar yaitu untuk memperoleh berbagai kemampuan dalam berbagai aspek agar membentuk pribadi yang berilmu, cerdas, berpikir kritis, aktif, kreatif, inovatif, beriman, bertakwa, dan senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang telah diberikan kepada manusia.

Unduhan

Diterbitkan

08-10-2023

Terbitan

Bagian

Artikel